?

Log in

Previous Entry | Next Entry

GAJEness

saya nggak tau mau ngapain lagi,jadi muncullah hal gila dan aneh di pikiran saya,saya buat cerita anak  JUMP.
maaf ya kalau garing :/ .
di cerita ini Chinen & Inoo adalah perempuan,saya sebenarnya gk rela.tapi karena wajah mereka girlish begitu jadi saya buat deh. Silakan membaca :) .



Mengontrol Kemarahan

Pada suatu sore Inoo berbincang-bincang dengan Yabu mengenai manajemen emosi yang dilakukan suaminya.

Inoo: “Pada saat aku marah-marah sama kamu, kamu tidak pernah sekalipun melawan aku. Caranya bagaimana sih melakukan kontrol atas kemarahan kamu. Kok bisa?”

Yabu: “Bisa, setiap kali kamu marah sama aku, aku langsung pergi membersihkan toilet.”

Inoo: “Wah, kok bisa, apa hubungannya membersihkan toilet dengan manajemen emosi?”

Yabu: “Aku membersihkan toilet pakai sikat gigimu…”

Cincin Pernikahan

"Yuri, ini cincin dari aku, sebagai tanda bahwa aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh"

"Maaf Yuti, tapi aku sudah punya pacar", jawab Yuri, "Kami serius dan tahun depan akan menikah".

"Siapa pria itu?", tanya Yuto dengan suara ketus. "Dimana dia tinggal? Tolong beritahu aku alamatnya. Yang lengkap. Aku mau ketemu sama dia!"

"Sudahlah Yuti. Tidak ada gunanya main kekerasan begitu. Terimalah kenyataan ini".

"Oh, kamu salah sangka Yuri. Aku bukan mau ngapa-ngapain. Cuma di cincin ini inisial namamu sudah aku ukir. Jadi lebih baik aku jual saja cincin ini kepada dia".

Sahabat Baik
Yuto : “Sejak Keito,teman akrab saya sudah kuliah, saya jadi malas jajan ke super market.”
Yamada : “Wah, sampai begitu besarkah rasa persahabatan di antara kalian?”
Yuto : “Tidak juga. Hanya selama ini Keito yang membayar bila kami jajan di supermarket.”

Anjing&Gorila
Pada suatu hari di tempat JUMP,Hikaru bertemu dengan Keito dan terjadilah percakapan.
Hikaru: “Halo, kok kamu bawa Gorila?”
Keito: “Siapa yang bawa Gorila,aku bawa anjing,Hika!”
Hikaru: “Gw kagak nanya lo, yang gw tanya sama anjing lo!”

Dikatain Homo (disini chinen laki-laki)
Chinen curhat kpd ayahnya bernama Yabu
“Ayah, ada yg ngatain aku homo di sekolah pah..”
Yabu pun emosi “kamu tonjok aja dia,Chii!”
chinen pun berkata “tp dia ganteng baanngeeeetttttttt . . .!!!!

Jatuh Diselokan

Takaki: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di selokan.Semua temannya menertawakannya, hanya aku sendiri yang tidak ikut tertawa (bangga)

Daiki: Bagus.Takaki memang pacarku yg paling baik.Jadi siapa yang jatuh ke selokan itu?

Takaki: Saya sendiri.

Anak Baik

Inoo dengan tidak sabar menunggu kepulangan anaknya,Ryutaro. Anak itu seharusnya sudah pulang sekolah setengah jam yang lalu. Akhirnya,Ryutaro pulang.

"Kenapa kau terlambat?" tanya Inoo. "Apakah memang ada pelajaran tambahan?"

"Tidak, bukan karena itu. Aku berhenti di jalan," sahutnya.

"Kenapa?"

"Karena ada seorang kakek kehilangan uang seribu Yen."

"Oh, jadi kau terlambat karena membantu kakek itu menemukan uangnya? Aduh, baik sekali anakku satu ini!"

"Bukan, bukan begitu, Bu," bantah Ryutaro.

"Aku tidak bisa bergerak selama setengah jam karena aku menginjak uang kakek itu. Aku menunggu kakek itu kelelahan mencari uangnya dan pergi."

Kena Batunya
Chinen yang baru masuk SMU, masa-masa pubernya membuat dia centil dan suka menjahili orang. Kali ini, dia mendapat kata-kata baru.

Hari pertama, dia menelepon temannya: "Yam, gue sudah tahu semuanya!"

"Hah..." Suara Yamada  terdengar lemas.

"Chii, elu jangan bilang sama Keito kalau gue jalan sama pacarnya ya,Chii.Gue ada voucher makan di restoran terkenal, elu jangan bilang-bilang yah. Maaf gue cuma bisa memberi itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup,Chinen langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapat voucher makan gratis. Coba gue praktik lagi!"

Kali ini, Chinen masuk kamar kakaknya,Hikaru dan langsung bicara pelan di dekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.

"kak,gue sudah tahu semuanya. Ternyata gitu ya,kak."

Hikaru langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Chinen."Chii, lu boleh pakai mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang sama Ayah kalau gue bolos yah!"

"Beres..." Chinen benar-benar girang, kali ini dia mencegat ayahnya yang baru pulang kerja.

"Ayah," Chinen mengejar ayahnya yang cuek bebek "Yah,Chinen mau ngomong."

"Ada apa sih,Chii? Ayah capek nih."

"Chinen  sudah tahu semuanya Yah..."

Mendadak ayahnya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang. "Chii, Credit Card kamu sudah Papi aktifkan lagi. Tapi jangan pernah bilang sama ibu soal bik Inoo."

Chinen  girang campur sebel. Ternyata Ayahnya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Inoo.Chinen langsung berlari tanpa sepatah kata pun.

Di luar,Chinen bertemu Pak Yabu,sopirnya sekaligus suaminya Inoo yang sudah belasan tahun bekerja di rumahnya.Chinen mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tahu soal Bik Inoo, tapi bungkam selama ini, "Gue kerjain juga nih", pikirnya.

"Pak!"Chinen benar-benar membuat kaget si Yabu, "Saya sudah tahu semuanya."

Pak Yabu terbengong dan perlahan meneteskan air mata.Chinen malah bingung.

"Chinen, peluklah bapakmu ini, Sayang. Akhirnya kau tahu juga, Nak!"


Tags:

Profile

Inoo Kei
gitafeehily
gita-Shnicky

Latest Month

January 2014
S M T W T F S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Links

Powered by LiveJournal.com
Designed by Taichi Kaminogoya